FSFM Gelar Diskusi Tentang Pengelolaan Dana Desa


Beritacendana.com-Soe,- Forum Studi Feto Mone (FSFM) Kabupaten Timor Tengah Selatan melaksanakan diskusi Public di aula SMK Kristen Soe Sabtu, 16/11/2019.  Untuk memperingati Hari Jadinya wadah yang ke 26 tahun.

Dalam momentum ulang tahun ini mengusung Tema, Strategi Peningkatkan Kapasitas Pengelolaan Dana Desa Sebagai Upaya Peningkatan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan di TTS.

Hadir juga Anggota DPRD Kabupaten TTS Komisi 1 Uksam Selan, menyampaikan bahwa komisi ini bermitra dengan 64 Dinas salah satunya PMD.

PMD merupakan Dinas yang menyentuh langsung dengan desa, sampai saat ini juga dana desa yang sudah cair ke rekening desa sudah mencapai 7 triliun lebih terhitung tahun 2019.

Seharusnya kemiskinan di Desa sudah harus menurun, namun kenyataan di lapangan sejumlah desa yang jauh dari harapan, dan yang ada menimbulkan kasus Korupsi yang meraja lelah di desa-desa, " kata ketua komisi 1 ini".
Banyak SPJ Fiktif, ada indikasi bahwa banyak aktor yang bermain di balik layar untuk mengambil keuntungan pribadinya dan mengabaikan kepentingan umum.

Lanjut Politisi PKPI ini, kondisi TTS harus berubah jika Kaum Muda dan Organisasi Kepemudaan Mahasiswa harus Berperan aktif  demi membantu Pemerintah agar segalah upaya pembangunan betul-betul tepat sasaran. Dengan dana desa yang begitu besar bisa meningkatkan ekonomi dan pembangunan di desa." Jelasnya".

Hadir juga Politisi Hanura, Lusianus Tusalak adalah salah satu Senior FSFM yang selalu mendukung kaum muda dan mahasiswa dalam segala kegiatan yang ada.

Ketua FSFM TTS  Lando Kase menyampaikan bahwa sebagai anak TTS yang tergabung di wadah ini miris melihat kondisi TTS yang saat ini banyak kasus-kasus korupsi yang terjdi di Bumi TTS.
Terutama dana desa, persoalan ini di akibatkan oleh sumber daya manusia (SDM) yang lemah, Moratorium Perekrutan perangkat desa.

Dari hal ini kami berharap kepada Pemerintah TTS harus segera melanjutkan seleksi perangkat desa sehingga mendapat orang-orang yang potensial supaya mengurus dana desa yang baik dan tepat sasara. "Jelas Lando".
Dalam kegiatan diskusi public ini,  FSFM menarik benang merah dengan 5 rekomendasi seperti:

1. Penambahan tenaga auditor untuk bisa menjangkau 266 desa di Kabupaten TTS.

2. Pemerintah segerah melanjutkan perekrutan perangkat desa agar mengisi jabatan struktural Pemerintahan desa sehingga pelayanan public berjalan efektif dan efesian.

3. Pemanfaatan BUMdes sebagai aset desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

4. Peningkatan Kapasitas SDM perangkat desa dengan pelatihan
-pelatihan yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah.

5. Pemberian beasiswa kepada siswa dan mahasiswa yang berprestasi  dan  kurang mampu yang berasal dari desa.

Dengan kelima rekomendasi ini, semoga Pemerintah Daerah bisa mendengarkan dan mempertimbangkan supaya lakukan.

Disisi lain, kami juga mengundang Bupati TTS dan Kepala Dinas PMD untuk memberikan penjelasan soal dana desa namun tidak hadir dengan alasan ada tugas di Jakarta.

Kalau seperti ini terus menerus kapan  mahasiswa dan kaum muda TTS mengetahui alur dana desa, tentunya kami bergerak terus menerus untuk memantau dana desa. Jelasnya.

Penulis: Matius Laome

Editor: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot