Peneguhan Sidi 10 Pemuda di Gmit Koenakulum Anin

Berita Cendana.com- Amanatun,- Sebanyak 10 remaja di GMIT Koenakulum Anin,  Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti peneguhan Sidi, Pada hari Minggu 19/12/2021.


Peneguhan Sidi merupakan bagian dari pengakuan iman dalam gereja-gereja Protestan dimana setelah seseorang usai melakukan Katekisasi. Upacara ibadah peneguhan Sidi 10 remaja menerapkan protokol kesehatan Covid-19.


Ketua Majelis Koenakulun wilayah Jemaat Anin, Pendeta Sofeni Y. Oktavianus. S,Th. Menyampaikan bahwa "ini pertama kali saya teguhkan anggota sidi karena jabatan saya baru satu bulan lebih. Bangga pastinya membentuk mereka menjadi anggota tubuh Kristus yang dewasa dalam iman mulai dari bulan April belajar katekisasi hingga kemarin mereka diteguhkan," jelasnya.


Lanjut Sofeni, ada kegiatan praktek lapangan di rayon-rayon, tes, atau meditasi bersama dan penggembalaan dengan orang tua maupun orang tua saksi baptis. Semua mereka ikuti dengan senang. Dari keseluruhan kegiatan yang dimaksud, "saya sangat bangga karena sekalipun gereja ini kecil tetapi persatuan dan kerjasama amat besar. Baik dari majelis, pemuda - pemudi yang turut membantu sehingga pelayanan  berjalan dengan baik. Secara fisik memang kecil secara jumlah tetapi besar soal kualitas iman," beber  Pendeta.


 Menurut Sofeni Y. Oktavianus. S,Th disampaikan bahwa ada 10 remaja yang berdiri di hadapan Tuhan dan jemaat untuk membuat sebuah pengakuan akan tiga hal penting, pertama ingat baik-baik kelakuan dan janji yang pernah diucapkan di hadapan Tuhan, yaitu percaya kepada Allah, Allah Bapa Anak dan Roh Kudus dengan segenap hati tidak ada Allah lain.


Kedua, percaya bahwa keselamatan telah kita terima oleh anugerah Tuhan dan berjanji untuk setia mengikuti Tuhan Yesus sebagai juruselamat baik dalam suka maupun duka sampai mati. Ketiga, berjanji untuk menjadi anggota gereja Protestan di Indonesia dan GMIT.


“Anak-anak yang mengikuti Sidi sangat diharapkan bahwa pengakuan dari janji yang diucapkan benar-benar lahir dari hati yang mengenal Kristus, yang hidup dalam kehidupan kita yang sarat bahwa disinilah rumah kita tempat kita belajar tentang kasih Tuhan,” ujar Pdt. Sofeni.


Lanjut Pendeta, sebenarnya menjadi anggota sidi bukan berarti seorang katekumen sudah berhenti belajar, tetapi justeru seorang yang sudah bergabung menjadi anggota sidi justru dirinya mulai menjadi murid Yesus yang belajar dan terus melatih diri menghayati imannya,Yesus sendiri mengatakan. ”setiap orang yang mau mengikuti aku, ia harus menyangkal diri, Memikul salib nya setiap hari dan mengikuti aku”.


Dengan kata lain Yesus mau mengatakan bahwa syarat jadi murid Yesus yaitu, menyangkal diri, memikul salib setiap hari, terus mengikuti Yesus dan menyangkal diri.


Bersedia menyatakan “tidak” bagi semua keinginan diri dan berkata ”ya” untuk Tuhan. Bersedia meninggalkan semua keinginan kita yang jahat, yang dikuasai dosa kejahatan demi ketaatan kepada Tuhan dan kehendak Nya, tegas Pendeta Sofeni.


Menyangkal diri memikul salib setiap hari dan terus ikut Yesus adalah sama dengan hidup mengikuti gaya hidup Yesus, prinsip-prinsip dan ajaran-ajaran Yesus.(ST).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot